Rabu, 11 Januari 2012

Penyesalan

Sekitar 8 bulan setelah kami menjalani hubungan pacaran secara long distance relationship (LDR).Suka maupun duka, kita saling berbagi. Dan ketika kami sedang asyik becanda, aku menanyakan sesuatu :

Aku : "sayang, kamu kalo udah lulus s.m.a mau nerusin kuliah atau kerja?"
Arin : "Insyallah kuliah sayang, emang kenapa yank?"
Aku : "nggak papa kok sayang. Emang rencananya kamu mau kuliah dimana?"
Arin : "nggak tau sih, aku juga bingung yank."
Aku : "Kuliah di surabaya aja sayang supaya tiap hari bisa ketemu, belajar bersama, makan bareng, main bareng, nganterin kamu kuliah dan pokoknya tiap hari kita selalu bersama yang"
Arin : "aku juga pingin banget yang tapi masalahnya di bolehin nggak sama papa & mama. Aku tanya mama dulu ya cinta"
Aku : "iya sayank. aku tunggu ya jawabanya, aku ingin banget kita selalu bersama yank."
Arin : "Tapi jangan tinggalin aku ya yang. Aku disana tidak punya siapa siapa."
Aku : "iya yang aku janji kok kita akan selalu bersama dan nggak ada yang bakal misahin kita. aku sayang banget ma kamu yang."

Suatu ketika aku menanyakan gimana pendapat mama & papa tentang kuliah di surabaya. "Aku belum nanya sama papa & mama soalnya belum ada moment yang pas". Sifatku yang seperti anak kecil, belum dewasa dan tidak bisa mengontrol emosi membuatku selalu mendesak dia. Aku ngelakuin hal tersebut karena aku sayang banget ma dia, Ingin selalu bersamanya.

Waktu terus berjalan, "sayang sayang aku sebenarnya dibolehin mama & papa, tapi kuliah di jogja karena disana ada saudaraku jadi mereka bisa mengawasi dan mengontrol aku. Mama takut kalo aku di surabaya kan tidak ada saudara sama sekali jadi nggak di bolehin aku yank." , aku sadar dulu aku memang egois. Aku tidak  mau tau, aku ingin arin kul di surabaya pada saat itu
.
Sejak saat itu terjadi banyak konflik pada hubungan kami. Aku akuin pada saat itu kondisi ku masih labil, emosi yang naik turun membuat aku mengatakan "kita putus aja!!" Sebenarnya hatiku menyesal dan sedih setelah mengatakan itu.

Beberapa hari berlalu aku menghubungin arin dan minta maaf kepadanya. Namanya hati, tidak bisa dibohongi kalo aku masih sayang banget ma dia. Aku ungkapin perasaanku kalo aku masih sayang ma dia dan mengajak balikan lagi. Alhamdulilah jawaban yang membuat hati aku lega. Ya benar aku di terima lagi sebagai pacarnya lagi.

Canda dan tawa selalu menghiasi hari hari kami. Cerita dan membayangkan kalo kita bisa ketemu dan bergandengan tangan membuat diriku ingin bertemu. Saat itu aku ingin banget ke bogor tapi aku belum punya uang untuk main kesana. Jam 4 sore aku hubungin arin dan menanyakan tentang mau masuk universitas mana setelah lulus S.m.a. Dan ternyata dia menjawab :

Arin : "sayang, sebenarnya aku kemarin dibolehin kuliah di surabaya tapi setelah kamu putusin kemarin aku udah bilang lagi ke mama & papa kalo aku lebih milih kuliah di bogor aja."
sedih, menangis dan sangat menyesal yang bisa aku lakuin.

Dan sampai detik ini aku sangat menyesal dari apa yang sudah kuperbuat dan terkadang aku sering membayangkan kalo kita bisa bergandengan tangan, jalan bareng, maem bareng, nonton bareng, nganterin kamu kuliah dan nganterin km pulang ke bogor. Aku sangat berharap kita bisa kayak dulu lagi rin, tapi rasanya tidak mungkin lagi karena kamu sudah bahagia di sana dengan seorang cowok yang kamu sayang. . .

*Aku akan tetap sayang sama kamu rin :') . .love you . . . . . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar